AURAD WIHDATUL ALAM 01


AURAD WIHDATUL ALAM 01

Aurad Wihdatul Alam adalah rangkaian bacaan wirid kalimat Thayyibah yang disusun sesuai bacaan tasbihnya alam seperti Firman Allah “Yusabbihu Lillahi Maa fis samawati Wal Ardhi” yang artinya “Semua yang ada di antara langit dan bumi selalu bertasbih kepada Allah.”

Maksud dari kata tasbih disini bukan berarti hanya focus pada bacaan Subhan Allah saja, namun meliputu bacaan kalimat-kalimat thayyibah yang mengandung pujian dan sanjungan kepada Allah. Sebab hanya Allah lah yang berhak sanjung dan dipuji.
Mengenai puji-pujian dan sanjungan kepada Allah ini, terbagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu :
1. Puji Qadim li Qadimin : Allah memuji Diri-Nya sendiri
2. Puji Qadim li Haditsin : Allah memuji makhluk-Nya
3. Puji Hadits li Qadimin : Makhluk memuji Allah
4. Puji Hadits li Haditsin : Makhluk memuji makhluk-Nya (sesame makhluk saling memuji)
Dari keempat macam pujian ini semuanya tertuju kepada Allah, walaupun disana tertera makhluk memuji makhluk. Maksudnya Makhluk memuji sesamanya atas Nama Allah bisanya bentuk pujian ini menggunakan kalimat Maa-Sya-Allah, Subhan-Allah dan lain sebagainya.


Sedangkan yang akan kami bahas disini adalah pujian dan sanjungan alam semesta pada waktu-waktu tertentu. Dengan tujuan agar kita bisa singkron dan dapat menyatu bersama alam. 
Adapun waktu dan pergantian jenis wirid/tasbihnya alam adalah sebagai berikut :
1.        22.00 s.d 02.00      : Syahadat dan Talbiyah
2.        02.00 s.d 06.00      : Istighfar
3.        06.00 s.d 10.00      : Sholawat
4.        10.00 s.d 14.00      : Tahlil
5.        14.00 s.d 18.00      : Hauqolah
6.        18.00 s.d 22.00      : Hamdalah

Keterangan :
1.        Syahadatain 3x. Bacaan kalimat dua syahadat, yakni Syahadat Tauhid dan syahadat Rasul. Untuk mentajdidkan (memperbarui/mempertebal tauhid kita)
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهْ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهْ
2.        Talbiyah 3x, yaitu bacaannya para jamaah haji. Dengan harapan agar kita dapat berangkat haji minimal sekali seumur hidup, syukur-syukur bisa berkali-kali. Karena Haji termasuk Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap pemeluknya.  
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّــيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْـمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
3.        Istighfar minimal 10x, yaitu kita benar-benar memohonan ampun kepada Allah dari segala dosa dan kotoran/limbah yang ada di diri kita, entah itu dosa kecil ataupun dosa besar. Karena tidak ada manusia yang terlepas dari dosa. Dengan membaca Istighfar ini berarti kita telah membuang limbah kotoran kita ke dasar bumi, sehingga bumi dapat terus lestari dengan cara mendaur ulang limbah / kotoran dosa-dosa kita menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi alam sekitar kita. Contoh : jika suatu kamung tidak ada satupun yang beristighfar / meminta ampun kepada Tuhan, maka kampong tersebut sering terkena bencana alam. Sebab dikampung tersebut bumi tidak memproses apa-apa sehingga hunung mengeluarkan laharnya, sungai memuntahkan airnya, gunung pada longsor dan lain sebagainya.    
أَسْتَغْفْرُ اللهَ الْعَظِيْم
4.        Sholawat Nabi, minimal 10x, sebagai Umat Muhammad , waji bagi kita untuk selalu bershalawat kepadanya, minimal seumur hidup sekali. Karena bacaan sholawat ini adalah hak beliau, bahkan Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat kepadanya, lalu kenapa kita enggak?
صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ
5.        Tahlil minimal 10x, Meng-Esa-kan Allah, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Semua makhluk tahu akan posisinya sebagai hamba, hanya manusia saja yang sering lupa, bahkan melupakan kodratnya sebagai makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهْ
6.        Hauqolah 10x, hanya sampai kata “Billah” saja. Jika sudah berserah diri dan menyadari akan posisinya, maka semua perkara diserahkan kepada Allah saja, sehingga penyakit zaman now yakni stress yang berlebihan dapat dihindari.    
لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهْ
7.        Hamdalah, 10x. hanya Allah-lah yang berhak dipuji. Orang yang tidak pernah memuji Allah itu tandanya tidak pernah berterimakasih kepada-Nya. Kita tidak punya apa-apa, dan kita bukan apa-apa. Dengan cara berhamdalah ini, kita ingat bahwa kita ini milik Allah. Inna Sholati Wanusuki wamahyaya wamamati lillahi Robbil ‘alamin (Sesungguhnya shlataku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah).
اَلْحَمْدُ للهِ
8.        Doa, bebas. Sesuai hajat dan kebutuhan masing-masing.

Kaifiyah :
1.        Menata batin dan dalam keadaan Ening (mengheningkan cipta) dengan tulus dan penuh ke ikhlasan, dan hanya tertuju pada Allah saja.
2.        Jadikan wirid ini sebagai tongkat (pegangan) yang dijadikan sebagai petunjuk untuk membimbing dan mengarahkan kita kepada keadaan yang kita inginkan dengan cara membayangkan bahwa diri kita sedang menciptakan imajinasi (cita-cita dan harapan) tertentu.

Kedua hal diatas harus benar-benar diperhatkan, karena penghayatan yang ada pada Istighfar diatas berbeda dengan penghayatan saat kita membaca sholawat, demikian juga penghayatan terhadap Sholawat berbeda dengan penghayatan saat membaca tahlil dan seterusnya, karena setiap kalimat pada aurad wihdatul alam ini memiliki aura yang berbeda-beda.

Orang-orang zaman dahulu ketika mengucapkan kalimat Bismillah tidak sesuai makhrajnya, yang keluar bukan lafal Bismillah tapi malah “Smelah”. Tapi anehnya, mereka bisa menggunakan daya dan kesaktian dari bacaan basmalah tersebut, sebab mereka bisa menata hati atau mahir dalam memainkan perasaan hatinya.

Anak-anak TK zaman sekarang sudah fasih dalam  membaca kalimat Bismillah, tapi tida membawa manfaat apa-apa bagi dirinya. Inilah pentingnya penghayatan dalam setiap bacaan.

Untuk keterangan mengenai cahaya / Nur / Energi masing-masing perguliran waktu silakan klik DISINI. Semoga bermanfaat. Amin.

Subscribe to receive free email updates: