JADWAL PERUBAHAN WIRID WIHDATUL ALAM


JADWAL PERUBAHAN WIRID WIHDATUL ALAM
 
Nur (cahaya) selalu bergerak dan berputar terus menerus tanpa henti sesuai hukum tertentu yang keberadaannya masih misterius. Hanya mereka yang memiliki  kawaskithan tinggi yang mampu mengetahui hal ini dan dapat mengambil sikap atas segala yang terjadi. Karena itulah dalam Ilmu Wihdatul Alam (Manunggaling Jagat) di kenal dengan istilah "Jadwal Punjer". Dalam satu hari Energi/ Nur /cahaya tersebut mengalami perubahan sebanyak 6 kali.

1.        Nur Transendental atau menonjolkan sesuatu yang bersifat ke-Ilahiyah-an, adalah Sebuah nur yang memiliki energi transenden dan memancarkan daya kekuatan untuk terhubung secara langsung dengan Sang Pencipta. Ini terjadi saat pukul 22.00 s.d 02.00 WIB. Maka kemudian ditetapkan sebagai laku Musyahadah. Pada saat inilah bacaan kalimat Syahadatain dan Talbiyah di lantunkan secara khusus. Maka orang yang tertidur pulas pada jam-jam seperti ini tingkat keimanannya berbeda. Mereka akan kesulitan dalam mencapai keyakinan dan keimanan yang adikodrati. 

Mungkin banyak orang yang kesulitan untuk mempercayai adanya peristiwa aneh bin nyleneh seperti tragedi melipat bumi, berjalan diatas air, terbang atau ngayang, kebal senjata, dan sebagainya, padahal hal itu  adalah mutlak adanya. Bagi mereka yang sudah terbiasa tidur pada jam-jam seperti ini (dibawah jam 10 malam), guyuran nur adikodrati sangat minim ia dapatkan, akhirnya saat ia memiliki keinginan untuk memiliki kemampuan supranatural tingkat tinggi, ia selalu gagal dan selalu muncul keraguan didalam hatinya, karena kurangnya guyuran nur pada siklus Transendental yang masuk kedalam tubuhnya. Contohnya Eyang Jangkung, berkeinginan untuk terjun dari pohon kelapa, berjalan diatas air, thoyyul ardhi, ya langsung saja jadi, didalam batinnya tidak ada setitik keraguanpun didalamnya. Bagi beliau hal ini adalah hal wajar adanya dan bukanlah sesuatu yang aneh atau nyeleneh apalagi neko-neko. Karena beliau memang sudah berada di tingkat keimanan yang sangat tinggi dan mendalam.

2.        Nur Anti Karat Sebuah putaran energi yang terjadi pada jam 02.00 s.d 06.00 WIB Pancaran cahayanya bersifat mencuci dan membersihkan kotoran dan noda-noda pada bantalha yang sedang berada pada timer jam 02.00 s.d 06.00  Pada saat inilah kemudian ditetapkan sebagai laku bersih diri dan aurad Wihdatul Alam berupa istighfar menjadi favorit bumi pada waktu ini. Yakni cahaya putih salju memadati area jadwal punjer ini. Oleh karena itulah, saat kita sedang Manah (mengheningkan cipta, karya dan karsa yag terbungkus dalam kekuatan niat yang ikhlas) dengan istighfar adalah cahaya putih membersihkan limbah energi negatif berupa, penyakit, sial dan karma-karma negatif lainnya. walaupun kalimatnya berupa istighfar, itu adalah permohonan ampun, namun yang terjadi adalah pembersihan dari kotoran noda dan dosa secara energial.

3.        Nur Futuhus Sama' نور فتوح السمآء atau cahaya Pembuka langit. Setelah nur anti karat bergeser ke bumi lain, maka bumi yang bertepatan dengan Jam 06.00 s.d 10.00 adalah nur yang membumbung tinggi keatas menembus langit dunia/ Wiwara ke-9. Pada waktu siklus ini terjadi maka laku yang sesuai untuk beramal adalah bacaan Shalawat Nabi. Karena bacaan shalawat adalah Energi Pembuka Langit, sehingga doa-doa sang hamba bisa menembus Wiwara/bintang (langit kesatu) bumi tempat dimana para malaikat turun ke langit dunia pada waktu 1/3 malam terakhir.

4.      Nur Transendental ke-dua, yaitu sampai pada jam 10.00 s.d 14.00 yang bergulir mirip nur yang terjadi pada jam 22.00 s.d 02.00 dini hari. Sebuah tatanan nur yang memperkuat keimanan kepada Sang Kuasa, tetapi sebatas ketertarikan kepada Sang Kuasa dan tidak memancarkan daya-daya adi kodrati seperti pada jadwal punjer malam. Maka Kemudian di bakukan dengan laku Tahlil "Laa ilaaha Illallooh"

5.        Nur Quwwah atau cahaya kekuatan, adalah sebuah siklus nur yang terjadi pada  jam 14.00 s.d 18.00. Pada saat ini gambarannya seperti ibu hamil tua 9 bulan. Artinya terjadinya penguatan tubuh secara fisik, karena sang ibu sedang mempersiapkan kelahiran bayinya. Dalam siklus nur ini adalah sebagai persiapan terhadap gejolak dahsyat yang terjadi pada ghurubus syamsi/ tenggelamnya matahari, dimana Alam lain dari dimensi Jin sedang memancarkan cahayanya, sehingga tetap terjaga pembatas alam antara manusia dan jin untuk tidak bisa saling tembus dan tidak saling melihat. Nah kala siklus nur ini terjadi, maka wirid Hauqolah adalah laku aurad yang maton dilantunkan pada saat ini.

6.        Nur Mazidah atau cahaya yang bertambah-tambah yaitu pada pukul 18.00 s/d 22.00. Kondisi pada ke-tiga dunia sedang normal, yaitu antara alam Manusia, alam Jin dan alam Malaikat. Maka wirid Syukur adalah ditegakkan sebagai soko gurunya. Sebuah planing duniawi sedang dimulai. Maka pemilik wirid WA sangat tepat untuk melantunkan Syukur dan memuji Sang Kuasa.

Untuk lebih mudahnya dalam memahami rincian jadwal wirid harian Punjer Wihdatul Alam / Manunggaling Jagat, sebagai berikut :

1.        22.00 s.d 02.00      : Syahadat dan Talbiyah
2.        02.00 s.d 06.00      : Istighfar
3.        06.00 s.d 10.00      : Sholawat
4.        10.00 s.d 14.00      : Tahlil
5.        14.00 s.d 18.00      : Hauqolah
6.        18.00 s.d 22.00      : Hamdalah
Maka tidak salah jika leluhur kita bilang "Ojo turu sore, Isoho tembus jam 22.00 lebih ben iso semendhe kanthi tenanan marang Gusti. (Jangan tidur sore-sore, melek/sadar sampai jam 10 malam). "Umumnya orang berankat kerja itu di pagi haru, makanya leluhur kita berpesan “jika hendak bepergian perbanyak bacaan Sholawatnya”. kenapa demikian? Karena waktu pagi itu pas dan ngepasi siklus nurnya...

Demikian sekelumit Jadwal Punjer dari Ngelmu Manunggaling Jagat/ Wihdatul Alam. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: