AURAD WIHDATUL ALAM 02

AURAD WIHDATUL ALAM 02

Aurad Wihdatul Alam ke-2 atau sering disebut dengan “Manunggaling Jagad” yang merupakan tingkat lanjutan dari Wirid Wihdatul Alam ke-1 adalah rangkaian bacaan wirid Kalimat Thayyibah yang terdiri dari istighfar dan doa-doa pilihan lainnya. Wirid ini hanya bisa berfungsi dengan maksimal jika sang pelaku sudah menguiasai ilmu Sosro Jalmo (Sedulur Semilyar satu pancer) Sebuah ilmu lanjutan dari Sedulur papat Lima pancer. 

Berikut Auradnya :

1.         أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ, الَّذِى لَايُحِيْطُهُ الْـمَكَانُ, وَلَا يَشْتَبِهُ عَلَيْهِ الزَّمَانُ, مُـــكَوِّنُ اْلأَمْــكِنَةِ وَاْلأَزْمَانِ.
2.         رَبِّ اغْفِرْلِى وَهَبْ لِى مُلْــكًا لَا يَنْبَغِى لأَحَد مِنْ بَعْدِىْ, إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

3.         اللهُ اللهُ اللهُ رَبُّنَا اللهُ. رَبُّنــَا اللهُ الْــكَافِى لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ. لَا إلٰهَ إلَّا هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ, لَا إلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا إلٰهَ إلَّا هُوَ.

4.         اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُــأَلِّفُنِى بِـهَا مَالَمْ أَكُنْ أَعْلَمُ, وَتَرْزُقَنِى بِـهَا مِنَ اْلأَرْزَاقِ, وَتَجْعَلُنِى مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْـمُفْلِحِيْنَ.
5.         جِبْرِيْلُ عَنْ يَمِيْنِى وَمِيْكَائِلُ عَنْ يَسَرِىْ وَإسْرَافِيْلُ عَنْ خَلْفِى وَعِزْرَائِيْلُ مِنْ فَوْقِى وَسَيِّدُنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَامِى وَبَرْقُ مَرْكَبِى إِذَا مَشِيْتُ (كَالْبَرْقِ 3×), وَعَصٰى مُوْسٰى فِى يَدِىْ فَمَنْ رَءَآنِى (هَابَنِى 3×), وَخَاتِمُ سُلَيْمَانَ عَلٰى لِسَانِى فَمَنْ تَــكَــلَّمْتُ إلَيْهِ (قَاضٰى حَاجَتِى 3×), وَنُوْرُ يُوْسُفَ عَلٰى وَجْهِىْ فَمَنْ رَءَآنِى (يُحِبُّنِى 3×) بِحَقِّ كٰهٰي٘ع٘ص٘, وَبِأَلْفِ أَلْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَـمِيْنَ. 


1.     Astaghfurullohal ‘adzim, alladzi laa yuhith-hul makan, wa yasytamilu ‘alaihi zaman, mukawwinul amkinati wal azman.
2.     Robbighfirli wa habli mulkan laa yan(m)baghi li ahadin(m) min(m) ba’di, innaka antal wah-hab.
3.    Alloh Alloh Allah Robbunalloh. Robbunallohul kaafi laailaaha illalloh. Laailaaha illa wual awwalu wal akhiru wadzohiru wal bathinu laailaaha illa huwal hayyul qoyyumu laailaaha illa huwa.

4. Allohuma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin sholatan tuallifuni biha maa lam akun a’lam. Wa tarzuqoni biha minal arzaqi, wa taj’alani minal faaiziinal muflihin.

5.    Jibrilu ’an yamini, wa Mikailu ‘an yasari, wa isrofilu an kholfi, wa Izroilu min(ng) fawqi, wa barqu markabi, (idza masyitu kal barqi 3x). Wa ‘asho Musa fii yadi, faman ro-aani (haabanii 3x). Wa khotimu Sulaimana ‘ala lisaani faman takallamtu ilaihi (qodho haajati 3x). Wa nuru Yusufa ‘ala lisani faman ro-ani (yuihibbuni 3x). Bihaqqi kaaf haa’ yaa’ ‘ain shod. Wa bi alfi-alfi laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim. Wal hamdu lillahi robbil ‘alamiin.

Artinya :
1.    Hamba memohon ampunan kepada Allah, Dzat Yang tidak terikat dengan ruang dan waktu, Dzat yang menentukan ruang dan waktu.
2.      Ya Allah...! ampunilah hamba, dan limpahkanlah kepada hamba kekuasaan yang tidak patut / tidak pantas bagi satupun sesudah hamba. Engkaulah Dzat Yang Maha Pemberi.
3.        Alloh, Alloh, Alloh. Alloh Tuhan kami Dzat Yang Maha mencukupim, tidak ada Tuhan selain Allah. Tidak ada Tuhan selain Dia Dzat Yang Maha Awal dan Maha Akhir, Dzat Yang Maha Lahir dan maha Batin. Tidak ada Tuhan selain Dia, Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Mandiri. Tidak ada Tuhan selain Dia.
4.        Ya Allah. Limpahkanlah rahmat kepada nabi Muhammad , dengan bacaan sholawat tersebut limpahkanlah kepada hamba dengan menundukkan / memberikan / menguasakan sesuatu perkara yang belum hamba ketahui. Dengan bacaan sholawat tersebut limpahkanlah kepada hamba rizki diantara beberapa rizki. Dengan bacaan sholawat tersebut jadikanlah hamba sebagai (bagian dari) orang-orang yang beruntung
5.        Malaikat Jibril ada disebelah kananku, Malaikat Mika-il ada di sebelah kiriku. Malaikat Israfil ada dibelakangku. Malaikat Izro’il dari atasku. Kanjeng Nabi Muhammad ada didepanku (sebagai imamku). Kilat sebagai kendaraanku, saat ku berjalan langkahku bagaikan kilat. Tongkat nabi Musa ada d tanganku, siapa saja yang melihatku akan tunduk kepadaku. Cincin Nabi Sulaiman ada di lidahku, siapa saja yang bicara padaku akan enuruti semua hajatku. Cahaya nabi Yusuf ada di wajahku, suiapa saja yang melihatku akan menaruh rasa cinta kepadaku. Dengan hak-nya Kaaf, Haa’ Yaa’ ‘Ain Shood. Dan dengan hak-nya semiluyar bacaan huqolah. Segala puji hanya bagi Allah. Tuhan semesta alam.            

Kaifiyah :
1.        Dibaca setiap selesai shalat fardlu 3x, 3x.
2.        Menata batin dan dalam keadaan Ening (mengheningkan cipta) dengan tulus dan penuh ke ikhlasan, dan hanya tertuju pada Allah saja.
3.        Jadikan wirid ini sebagai tongkat (pegangan) yang dijadikan sebagai petunjuk untuk membimbing dan mengarahkan kita kepada keadaan yang kita inginkan dengan cara membayangkan bahwa diri kita sedang menciptakan imajinasi (cita-cita dan harapan) tertentu.

Kedua hal diatas (point 1 dan 2) harus benar-benar diperhatkan, karena penghayatan yang ada pada Istighfar diatas berbeda dengan penghayatan saat kita membacasholawat, demikian juga penghayatan terhadap Sholawat berbeda dengan penghayatan saat membaca tahlil dan seterusnya, karena setiap kalimat pada Aurad Wihdatul alam ini memiliki aura yang berbeda-beda.


Subscribe to receive free email updates: